web statistics

Cerita Sex Adit Si Tukang Pijat Erotis Di Bikin Sange Olehnya

Cerita Sex Adit Si Tukang Pijat Erotis Di Bikin Sange Olehnya

Cerita Sex

Cerita Sex

Sayangnya jarang sekali tukang pijt pria yg benar benar ahli. Terpaksa akhirnya gw sering pakai jasa pemijat wanita di spa spa yg sekarang makin menjamur. Apa boleh buat, meski sebenarnya gw lebih suka pijatan maskulin laki-laki. Itu sebabnya ketika gw baca iklan baris tentang seorang pemijat pria yg khusus melayani klien laki-laki, gw tergoda untuk menghubungi nomor teleponnya dan membuat janji. Terus terang gw suka khawatir menanggapi iklan yg sering kali tdk jelas kebenarannya. Salah salah bisa menjadi korban pemerasan atau bahkan perampokan. Tetapi dari pembicaraan kita di telepon, tampaknya Didit (nama tukang pijat tsb) cukup sopan dan profesional.

Tempat “praktek” Didit ternyata terletak tdk jauh dari salah satu pusat pertokoan di pusat kota sehingga mudah untuk dicari. Apalagi letaknya tdk terlalu jauh dari kantorku sehingga kunjungan bisa dilakukan dgn mudah usai jam kantor. Rupanya Didit lumayan laris jg sehingga kita tdk bisa langsung datang tanpa membuat perjanjian sebelumnya.
Untuk sesi pertama gw ama Didit, gw sengaja pulang dulu untuk mandi. Maklum, gw masih malu malu dan takut bau badan gw bikin Didit terganggu. Dlm perjalanan ke tempat Didit, perasaan gw bercampur baur dari excited, nervous sampai worried. Tetp sesampainya di dlm ruko tempat Didit bekerja, gw mulai tenang. Tempatnya bersih dan Didit sendiri berpakaian rapi menyambut

Kekhawatiran gw langsung pupus. Rasanya tdk mungkin Didit melakukan pemerasan atau sejenisnya. Didit ternyata berpenampilan jauh lebih muda dari umurnya yg 35 tahun. Parasnya sangat jantan, klimis dgn otot otot yg bersembulan dibalik kaos ketatnya. Rasanya sdh tdk tahan ingin merasakan sentuhan jantan dari Didit.
Didit menyilakan gw masuk ke dlm ruangan pijat yg bercat putih dgn aroma eucalyptus yg menenangkan. Cahaya redup dan musik klasik yg mengalun lembut menambah suasana yg bikin gw makin rileks.-

Beberapa lilin aromatherapi dinyalakan sambil Didit mengoleskan minyak ke tangannya yg kekar dan sedikit berbulu.
Dia mempersilahkan gw membuka baju dan celana gw dan tidur menelungkup di meja pijatnya yg dilapisi kain katun lembut. Awalnya gw agak malu malu bertelanjang di depan lelaki jantan seperti Didit, apalagi melihat bentuk tubuh gw yg jauh dari seksi. Masih dgn bercelana dlm, gw berjalan mendekati meja pijat sampai Didit menghentikan gw. Dia meminta gw melepaskan bikini ketat Calvin Klien gw.
“Terapi sayan dilakukan tanpa busana”, katanya.

Dgn agak canggung, akhirnya kulepaskan kain penutup aurat tsb. Karena tegangnya, tdk terasa penis gw sdh sedikit mengeras namun gw tutupi dgn tangan sampai gw menelungkup di meja pijat. Didit sendiri tetap terbalut kaos putih dan celana jeans yg sama sama ketat membalut dada dan paha kekarnya.
Pijatan Didit memang benar benar membuat ketegangan otot gw sirna. Dimulai dari leher, turun ke punggung dan pinggang, tangan Didit dgn terampil melakukan gerakan memutar, menekan dan menarik dgn ritme yg berganti antara lembut dan keras.

Perlahan tangan Didit bergerak menyentuh pantat dan paha atasku. Tak terasa birahi gw mulai bangkit seiring dgn sentuhan sentuhan Didit yg makin terasa erotis. Setelah 30 menit, Didit memintaku untuk berbalik dan tidur terlentang. Kembali rasa maluku muncul, apalagi setelah melihat kalau batang kemaluan gw sdh mulai mengeras lagi.-cerita mesum-
“Tdk usah malu”, suara Didit menepis keragu-raguanku.

Gw mencoba menekan gejolak birahiku agar penis gw tdk ngaceng. Rupanya usaha gw cukup berhasil. Gw mulai rileks saat belaian jantan Didit mulai menyentuh kaki gw. Tetp sayangnya hal itu tdk bertahan lama, ketika pijatan sdh menyentuh paha atas gw, batang kejantanan gw sdh mulai bangkit. Akhirnya pada saat tangan Didit sdh mulai memijat dadaku yg berbulu, penis gw yg 14 centi (memang tdk panjang untuk ukuran lelaki asia) sdh tegak berdiri. Didit tampaknya tenang tenang saja dan tdk memberikan reaksi yg menambah rasa malu. Dia dgn tenang terus memijat dada dan perut sampai ke daerah selangkangan.

Terus terang dari pengalaman gw terdahulu, tdk semua pemijat mau melakukan pijatan alat vital, bahkan diminta sekalipun. Gw sendiri tdk berani memintanya kepada Didit. Gw pikir setelah bagian kepala, biasanya pijatan berakhir. … tetp ternyata tdk.
Setelah seluruh tubuh gw berlumur minyak dan otot otot gw lemas karena pijatan, Didit berbisik ke telinga dan berkata
“Penis bapak sangat jantan, mau saya pijat jg ? Tanpa bayaran lebih kok”. Gw mengangguk tanpa mengeluarkan satu katapun. Kupejamkan mataku saat kurasakan belaian halus di atas batang kemaluanku.
Perlahan belaian Didit menyusuri batang kejantanan gw, mulai dari bagian kepala, badan sampai ke bagian bawah dekat kantong zakarku. Karena penisku tdk disunat, Didit mulai memainkan kulupku diselingi dgn centilan lembut ke biji zakar kiri dan kanan secara bergantian. Ya Tuhan, birahiku benar benar memuncak dan belum pernah gw merasakan kenikmatan sentuhan pada alat kejantananku seperti saat itu.

Penisku makin membesar dan mengkilat dari lumuran minyak. Satu tangan Didit mulai membelai bulu bulu dada dan pentil susu gw yg jg sdh mengeras. Selagi satu tangan mulai bergerak dari kantor zakar ke arah bawah. Tdk terasa jari jarinya mulai memasuki tubuhku dan penisku mulai berdenyut denyut hendak menyemburkan peju yg sdh tertahan sendari tadi. Pijatan di dada dan permainan jari di lubangku benar benar membuat gw lepas kendali dan mulai mengeluarkan desahan desahan yg tak tertahankan. Didit dgn lembut membisikan kata kotor yg makin membuatku birahi. Tak kusangka kalau ucapan kotor bisa menambah kenikmatan beronani.

Tangan Didit kini sdh kembali menyentuh dan mengocok penisku. Naik – turun – naik – turun.
“Aghhhhhhhhh… penisku, Dit.. penisku.. Dit” desahku.
Kulupku mulai tertarik naik dan turun, sesekali memperlihatkan kepala penisku yg biasanya tertutup. kocokan keras dan cepat, berubah menjadi gerakan mengocok yg benar benar membawa gw ke surga dunia. Didit memintaku menaruh kedua tanganku di atas kepalaku sehingga bulu bulu di ketiakku terlihat olehnya.
“Sangat sexy”, katanya.

Keringat mulai mengucur dari pelipis Didit. Tdk tahan akhirnya dia melepaskan kaos ketatnya. Nafsu birahiku makin memuncak melihat dadanya yg bidang berotot dgn bulu bulu halus yg menyelumuti seluruh tubuhnya. Rupanya Didit terangsang pula, terlihat dari tonjolan besar dibalik celana jeansnya.

Pemandangan dada seksi nan jantan dari Didit, ditambah dgn kocokannya yg erotis benar benar bikin gw tdk tahan lagi dan gw berteriak
“Dit, penis gw, penis gw.. udah mau muncrat… ah, penis gw….. “,
“Crett… Crett… Crett…” Pejuku langsung muncrat, sebagian terlontar bak meriam, menghujani dada berbulu Didit, sebagian muncrat ke muka dan dada gw sendiri.
“Aahhhhhh….”. Rupanya ejakulasi gw yg pertama masih belum cukup memuaskan bagi Didit.

Tangannya masih terus mengocok penisku, kali ini tambah cepat dan keras. Kulupku sdh tertarik sampai kepala penisku kini telanjang, terekspose, basah dgn cairan sperma dan minyak. Rasa nikmat bercampur dgn rasa sakit karena saraf yg amat sensitif ini kini tergesek oleh tangan Didit yg dgn jantan mengusap dan menggosoknya.
“Oohhh.. Dit, sakit, Dit… penis gw sakit….”. Tetapi Didit tetap mengocok, kali ini dgn satu tangannya mulai mengocok batang penisnya sendiri – yg disunat dan tegak berdiri dgn jantan, 18 centi dgn diameter 5 centi. Besar, hitam dan… sangat maskulin ! Kita sama sama mulai mendesah nikmat… dan.
“Creeett, … creettt… creeettt…” baik penis Didit dan penis gw sama sama memuncratkan sperma yg kali ini benar benar bikin kedua dada dan perut kita berlumuran sperma tsb.
“Aaaaahhhhhhhh…………!”.

Setelah itu Didit mengambil handuk hangat dan mulai membersihkan tubuhku dari minyak dan sperma. Setelah bersih dan berpakaian, kuberikan tip yg besar dan berjanji untuk kembali lagi minggu depan untuk sesi pijat berikutnya. Sejak itu, Didit sdh menjadi pemijat langgananku

Mau video bokep yang sangat memuaskan agar kamu bisa crot nikmat dan puas? klik disini

The post Cerita Sex Adit Si Tukang Pijat Erotis Di Bikin Sange Olehnya appeared first on Foto Bokep.

Author: ninja
Tags

Similar posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *